Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang, Ancaman Longsor Kian Nyata

BERITAU.ID,BATANG – Lereng hijau di dataran tinggi Batang ternyata menyimpan ancaman yang tak bisa dianggap sepele.

Di balik hamparan kebun dan perbukitan, ribuan hektar lahan kini masuk kategori kritis.

Data terbaru tahun 2024 menunjukkan, kondisi tanah di wilayah tangkapan air semakin rapuh dan berpotensi memicu bencana longsor.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang mencatat, total luas lahan mencapai 67.260 hektar. Dari jumlah itu, sebagian besar sudah mengalami degradasi dengan tingkat kerawanan berbeda. Rinciannya:

– Sangat kritis: 1.050 hektar

– Kritis: 3.826 hektar

– Potensi kritis: sekitar 9.500 hektar

– Agak kritis: 20.200 hektar

“Angka ini bukan sekadar deretan statistik, melainkan alarm bagi keselamatan warga yang tinggal di bawah lereng,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang, Rusmanto, Kamis (8/1/2026).

Wilayah yang masuk zona merah mayoritas berada di daerah tangkapan air. Kecamatan Blado, Bawang, Reban, hingga Bandar menjadi perhatian utama pemerintah.

Upaya mitigasi sudah dilakukan, salah satunya dengan penanaman pohon keras di Desa Tombu, Kecamatan Bandar, serta di Bleder, Gerlang, Kecamatan Blado.

Rusmanto menegaskan, alih fungsi lahan menjadi pertanian hortikultura di lereng curam memperparah kerentanan.

Tanpa pohon tegakan yang mampu mengikat tanah, hujan deras bisa sewaktu-waktu mengubah kebun sayur menjadi jalur longsor.

“Pertanian semusim di lereng tanpa tegakan pohon berisiko besar merusak ekosistem,” pungkasnya.(say)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *