Pembatasan Truk Sumbu Tiga di Batang, Warga Minta Konsistensi Penegakan

BERITAU.ID,BATANG – Kebijakan pembatasan operasional truk bersumbu tiga atau lebih di Exit Tol Kandeman mulai mendapat sambutan positif dari warga Batang, Pekalongan, dan Pemalang.

Masyarakat menilai langkah ini sebagai jawaban atas keluhan lama terkait kemacetan dan potensi kecelakaan di jalur Pantura.

Pradana, warga Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, mengaku lega dengan aturan tersebut.

“Lebih baik truk diarahkan masuk tol daripada melintas Batang Kota. Sekarang ada proyek pengecoran, kalau truk besar tetap lewat, macetnya makin parah,” ujarnya.

Ia menambahkan, truk kerap menggunakan dua lajur sekaligus dan melaju kencang saat kosong, sehingga menimbulkan rasa waswas bagi pengguna jalan lain.

Hal senada disampaikan Sekar, warga Batang Kota. Menurutnya, konsistensi penerapan aturan akan membuat kota lebih tertata. “Kalau benar-benar dijalankan, Batang Kota pasti lebih nyaman,” katanya.

Kepala Seksi Wasdal Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Sakti Nurhuda, menjelaskan pembatasan dilakukan di Perempatan Exit Tol Kandeman untuk mengurai kepadatan jalur nasional. “Kendaraan sumbu tiga atau lebih diarahkan masuk tol mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB,” jelasnya.

Meski rambu larangan sudah terpasang, masih banyak pengemudi memilih jalur Pantura karena mempertimbangkan biaya tol. Dishub berencana memperkuat sosialisasi agar aturan lebih efektif.

Selain pembatasan truk, Dishub juga menertibkan pemanfaatan ruang milik jalan dari Kandeman hingga Dolok. Bahu jalan dibersihkan dari warung liar, bengkel tambal ban, hingga aktivitas las yang mengganggu fungsi jalan. Pengemudi truk juga diimbau tidak parkir di bahu jalan, terutama di titik putar balik Tulis, Jatisari, dan Kalibabal. Tahap awal berupa sosialisasi dan teguran, sementara penindakan akan dilakukan Polres Batang.

Pemkab Batang menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar mengurai kemacetan, tetapi juga menjaga keselamatan lalu lintas dan melindungi jalur Pantura sebagai jalur logistik utama Jawa Tengah. Dengan pengalihan truk ke jalan tol, pemerintah berharap arus kendaraan lebih lancar, jalan tidak cepat rusak, dan risiko kecelakaan dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *