BERITAU.ID,BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang mulai menyiapkan langkah strategis untuk mendorong komoditas pangan lokal menembus pasar internasional. Dua produk yang kini diproyeksikan menjadi andalan ekspor adalah kentang dan ubi jalar, seiring meningkatnya produksi serta upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang, Sutadi Ronodipuro, menegaskan pihaknya terus mengarahkan petani agar mampu masuk ke rantai pasar ekspor. Upaya dilakukan melalui kerja sama dengan eksportir maupun secara mandiri.
“Kami berusaha meningkatkan daya saing petani Batang dengan menawarkan komoditas ke eksportir. Saat ini masih bergabung dengan eksportir tingkat Jawa Tengah, tapi targetnya akhir 2026 petani Batang bisa ekspor mandiri,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Ketahanan pangan Batang mengalami kenaikan sekitar 8,5 persen. Lonjakan ini membuka peluang memperluas jaringan pasar, tidak hanya domestik tetapi juga internasional. Potensi ekspor tersebut bahkan telah dibahas bersama akademisi Universitas Diponegoro (Undip) serta pihak offtaker yang siap menyerap hasil pertanian.
Menghadapi tantangan iklim, Dispaperta menekankan pentingnya pemilihan komoditas yang sesuai dengan kondisi curah hujan. Pendampingan teknis, pemanfaatan teknologi, serta pengendalian hama dan penyakit terus digencarkan agar kualitas hasil tetap terjaga.
Kabupaten Batang dinilai memiliki keunggulan dari sisi keragaman komoditas. Meski wilayah relatif kecil, Batang lengkap dengan tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan. “Apa pun yang dibutuhkan pasar bisa kita siapkan, tentu dengan peningkatan kualitas dan volume melalui teknologi,” tambah Sutadi.
Ke depan, Pemkab Batang juga membuka peluang pengembangan pertanian modern, seperti hortikultura berbasis greenhouse dan peternakan sistem close house. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi komoditas lokal di pasar global.
Dengan strategi tersebut, Batang optimistis kentang dan ubi jalar tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjadi komoditas ekspor berkelanjutan yang mampu mengangkat kesejahteraan petani.(say)












