Baju Koko Buatan Napi Lapas Pekalongan Banjir Orderan

Ramadhan 2024

banner 120x600

BERITAU.ID, PEKALONGAN – Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan kini mendapatkan peningkatan pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan kerja, terutama di bidang busana atau konveksi.

Di sektor konveksi, Warga Binaan Lapas mampu menghasilkan produk unggulan yang diminati masyarakat, seperti pakaian muslim, khususnya baju koko.

banner 325x300

Menjelang Puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriyah/Tahun 2024, baju koko hasil karya WBP Lapas pun mendapatkan banyak orderan.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja pada Lapas Kelas IIA Pekalongan, Bambang Saptopo, menjelaskan bahwa saat ini Lapas tersebut bekerjasama dengan DMA Collection untuk memberikan pelatihan menjahit kepada WBP mulai dari tanggal 16 Februari hingga 20 April 2024.

Menurut Bambang, Lapas Kelas IIA Pekalongan sering kali mendapatkan orderan hasil karya WBP dari berbagai instansi, pengusaha, maupun masyarakat luar yang tertarik dengan produk-produk yang dihasilkan oleh para warga binaan.

“Kebanyakan orderan adalah pakaian jadi jenis baju koko, terutama menjelang Puasa dan Ramadhan, terjadi peningkatan orderan,” ucap Bambang pada Jumat (1/3/2024).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa permintaan orderan secara kontinyu terhadap hasil produksi baju koko oleh WBP Lapas bisa mencapai 3 kodi per hari.

Ada sekitar 20 orang WBP yang mengikuti pelatihan menjahit, baik yang sudah memiliki keterampilan maupun yang masih pemula, yang diajarkan oleh instruktur.

“Mudah-mudahan soft skill menjahit yang diberikan kepada WBP ini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk berwirausaha dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat ketika mereka sudah bebas keluar dan menjalani masa hukuman di luar Lapas,” tandasnya.

Dengan adanya pelatihan keterampilan kerja ini, diharapkan WBP Lapas Kelas IIA Pekalongan dapat memiliki keterampilan yang berguna untuk masa depan mereka setelah keluar dari masa hukuman, serta membantu mereka menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

Peningkatan produksi baju koko ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, karena meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor konveksi di Kota Pekalongan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *